WAKTU

JEDA

Jumat, 07 Januari 2011

HUJAN BULAN JANUARI

HUJAN BULAN JANUARI



Januari, tak banyak berubah disini

hanya bangkai hujan

jadi banjir susulan



rumahrumah tergenang

sawahsawah tergenang

tengah kota jadi sungai

hidup barangkali ancaman bahaya

bagi mereka yang tak mau terjaga



pagi ini tak kulihat lagi tawa

kecuali keriangan anakanak yang

mandi di pancoran

bergulingan di genangan air

setinggi lutut orang dewasa

orangorang sibuk mengemasi nasib sendiri

agar tak basah oleh kesedihan yang

jatuh bersama hujan



malam ini

bangkai hujan masih disini

di kamar tempat aku membongkar puisi

dan menulis sepi sendiri

sms masuk kubuka tergesa:

dua anak terseret air bah

satu selamat. yang satu sudah jadi mayat



oh, siapa yang bisa menduga ajal

nomor urut kematian sendiripun kita tak kenal



januari, tak banyak yang berubah disini

hujan datang dan pergi

juga hidup dan mati

Minggu, 26 Desember 2010

HUJAN BULAN DESEMBER


HUJAN BULAN DESEMBER



hujan jatuh mendadak

gentenggenteng berasap

pohonpohon membungkuk

angin kalap



hujan memang tak berperasaan

juga angin

juga guntur



tapi hujan begitu jujur

juga angin

juga guntur

dan aku tak mau berbohong

keadaan petang ini



para tukang bangunan berteduh

di bawah rumah tingkat yang di rehab

mereka bernyanyi lagu tik tik tik bunyi hujan

sambil tertawa

seakan meledekku yang tepekur di kamar

diantara bukubuku

dan listrik padam

sejam lalu;



"kalau kau hanya begitu

dunia kita tak pernah bertemu"



hujan jatuh mendadak

gentenggenteng berasap

sebatang pohon ambruk

angin kalap



Madura 25122010

NATAL DI KAMPUNGKU


NATAL DI KAMPUNGKU



aku rasa natal tak ada disini

di kampung nelayan, tempat aku berhenti

anakanak dekil mengejar kepiting

para lelaki dewasa merajut jaring

kerja adalah natal itu sendiri

menjaring ikan agar tak lapar esok hari



aku rasa natal juga tak ada disini, di kampungku ini

di siang garang ketika para petani istirah

perempuanperempuan menyiapkan makan siang

sepiring nasi, sambal petis dan tahu sisa pagi tadi

anakanak yang mengasah cangkul sudah berkumpul

kebersamaan adalah natal itu sendiri

menggarap sawah agar tak lapar esok hari



ya, barangkali mereka tak kenal natal

tapi mereka paham bagaimana hidup menahan lapar

dan natal milik semua mereka

yang berani hidup meski lapar mendera



o, lonceng gereja, o, lonceng gereja

gentamu sampai juga disini, di kampungku ini

tapi mengertikah mereka yang khusuk di rumahrumah suci

di pura, di masjid, di gereja, di wihara

duduk juga orangorang yang memporakporandakan dunia

berdoa mereka dengan hatinya

tapi tangan, kaki dan pikirannya

terus menyulut peperangan, perselisihan, permusuhan

dan orangorang lapar itu adalah tumbal

dari segala keserakahan



o, tuhan yang maha suci

tak ada natal di kampungku ini

tapi gentamu sampai juga disini



o, tuhan yang maha suci

tak ada natal di kampungku ini

tapi kami paham soal lapar, soal kebersamaan

dan kami merayakannya setiap hari

seperti juga mereka yang

merayakan natal setahun sekali




[Surabaya-Pamekasan, 24122010]