Kota Lumpur
dari rekahan tanah
dan semburan gas metan
ribuan jasad terkapar
di puingpuing rumah
di reruntuhan sekolah
kota yang hampir pecah
dan ribuan pengungsi
hanya anaianai
diantara angin
dan matahari menggigil
kota mati. kota mati. kota mati.
mengapa masih ada yg bertepuk tangan
sementara diluar sana ribuan orang
tinggal meregang nyawa?
anakanak bermain kejarkejaran
di depan tenda penampungan
tawanya adalah kesedihan
kesedihan ibunya yang mencuci nasib
dengan darah dan airmata hitam
kota mati. kota mati. Kota mati
kuburan langit
digempur hujan tangis
kuburan bumi
menjelma jadi api
tapi selalu ada yang bangkit
melalui sepi
WAKTU
JEJAK
- Artikel (93)
- Cerpen (20)
- Esai Budaya (31)
- Jendela Rumah (24)
- Kesehatan Masyarakat (5)
- Pendidikan (10)
- PUISI (71)
- Resensi Buku (25)
JEDA
Senin, 12 Maret 2012
6 Tahun Lumpur Lapindo, Kita tak akan Lupa!
Kamis, 01 Maret 2012
RUMAH SAKIT
Rumah Sakit
mungkin sakit adalah kewajiban semua yang hidup
seperti juga kematian, jalan terakhir kesunyian
tapi adakah yang lebih neraka dari rumah sakit ini
tempat orang orang mengaduh. tempat orang orang mengerang
diantara bau obat dan keringat
maut mengendap
adakah yang lebih celaka dari tempat ini?
aroma anti biotik. Jarum suntik
orang sekarat. kamar mayat.
dan kesopanan yang di buatbuat
selalu membuat dada sesak
atas nama kesembuhan biaya membengkak.
dan orang miskin pulang merangkak
adakah yang bisa tidur nyenyak? adakah?
ada malaikat maut di kamar pasien
kadang kadang menjadi dokter
kadang kadang menjadi suster
menempelkan termometer
menyuntikkan obat. lalu pergi
sambil mencatat biaya pada nota harga
maka ijinkan aku menulis sajak api
agar bangkit orangorang yang mati melarat
terbakar dada orangorang sekarat
membumihanguskan mereka yang tega hati
2011-2012


